Friday, 8 June 2018

Dari Cerminan lalu lintas sebuah negara, kita bisa tahu bagaimana keadaan keseluruhan negeri itu!!" Kalau lalu lintasnya tertib, bisa dipastikan baik segala hal di negeri itu..sebaliknya, kalau amburadul, itu jugalah isi negeri itu."

A. Pengertian Touring.
Touring adalah kegiatan klub melakukan perjalanan dengan
sepeda motor ke tempat tujuan tertentu untuk menyalurkan kegemaran berkendara
sepeda motor para anggotanya dan menikmati indahnya kebersamaan dan persatuan para anggota. Touring adalah istilah dari yang di pakai untuk pergi sendiri atau rombongan, ke suatu tujuan yang sama.
Touring memiliki resiko yang tinggi & rawan dengan kecelakaan. Karenanya harus extra hati-hati. Dan selain itu ada aturan-aturan, cara-cara dan etika yang di sepakati bersama oleh peserta touring nya.
Touring akan aman, nyaman, dan menyenangkan bila kawan-kawan semua mematuhi aturan main nya yang telah di buat oleh polisi ataupun dari si pelaksana touring tersebut. Di sisi lainnya ada pemimpin yg bertanggung jawab pada setiap kelompok touring tersebut. Ada petugas pengatur irama jalannya touring, & ada pula kordinator jalannya touring tersebut dan mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku. Memimpin perjalanan pada saat touring melalui para petugas touring yg bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan peserta dan keamanan peserta touring hingga sampai pada tujuan dan buat si ketua touring harus bisa menangani persoalan ke-3 atau pada saat di jalan.
B. Petugas - Petugas Touring.
Ada sebagian orang yang akan di pilih atau di ambil alih buat jadi petugas pada saat touring akan di mulai. Tetapi itu semua harus sesuai dengan kemampuan calon yang akan di pilih nya dan harus bisa memahami dan bertanggu jawab atas kepercayaan nya. Misalnya :
 Pemimpin barisan ( Voorijder )
 Petugas Keselamatan ( Safety Officer )
 Petugas Pengatur Barisan ( Sweaper )
 Petugas Teknik ( Technical Officer )
 Petugas Kesehatan ( Health Officel )
Semua petugas memiliki posisi dan tugas nya masing-masing serta wewenangnya masing-masing.

C. Etika Pada Saat Touring.
Pada artian etika ini, adalah dimana kita harus menjaga tata tertib lalu lintas, entah itu pada motor & bisa juga pada saat berkendara di jalanan. Kita harus bisa memahami atas apa yang ada di jalan yang kita lalui tersebut.
Contoh- contoh yang bisa saya sampaikan :
 Datanglah tepat waktu dan bahan bakarpun harus sudah terisi dengan penuh/full
 Mengetahui tujuan pelaksana touring
 Mematuhi peraturan lalu lintas
 Tidak membawa minuman keras , obat-obatan terlarang dan bahan adiktif lainnya
 Tidak saling mendahului sesama peserta
 Tidak ugal-ugalan pada saat berkendara
 Dilarang menggunakan sirine
 Menggunakan klakson apabila memang dibutuhkan
 Tidak mudah emosi dengan apa yang ada pada saat di perjalanan
 Mematuhi perintah-perintah dari peserta touring didepannya.

Ada pula untuk perlengkapan-perlengkapan entah itu untuk kendaraannya, ataupun untuk dirinya pribadi.
Misalkan untuk kendaraan pribadi ( Roda dua ) :
 Lampu, Klakson, Spion, rem yang berfungsi dengan sempurna
 Ban masih layak di gunakan
 Oli mesin atau rem yang mencukupi kapasitas

Untuk Pribadi/perbekalan keselamatan diri sendiri :
 Helm full face, baik untuk pengemudi atau boncenger
 Jas ujan/anti air dan tidak untuk yang model ponco
 Sepatu, sarung tangan, masker muka & body protector
 Membawa Surat-surat motor, KTP dan STNK
 Membawa obat-obatan pribadi
 Makanan yang di butuhkan pada saat di perjalanan
 Kunci-kunci motor.
Dan untuk formasi pada saat perjalanan baik untuk ketua touring atau pengendara lainnya :
 1 atau 2 orang Safety Officer berada di barisan paling depan
 Vooridjer, berada pada belakang SO
 Peserta touring
 TO dan HO berada di paling belakang barisan
 Sweaper berada di sebelah kiri/kanan tengah barisan
 Selain petugas, urutan peserta adalah semakin besar handicap yang dimiliki peserta, maka posisinya semakin dekat dengan vooridjer, dibanding yang sendirian. Karena membawa penumpang dianggap handicap.

No comments:

Post a Comment