Monday, 12 February 2018

TBL (Tangkahan - Bukit Lawang) Adventure Family 2018

Agenda Event TBL tgl 16 - 18 Feb '18


Hari pertama tiba di Penginapan Tangkahan Inn & Mountain View, dgn kontur berbukit & kamar hotel terbagi dua, atas dan bawah. Setelah makan siang diisi dgn Jungle trekking menuju Bat Cave, Air Terjun, Air Panas serta Tubing. Trekking melewati Aksesibilitas warga tangkahan & melewati sebuah jembatan bambu yg licin dgn panjng sekitar 100 - 150m. Kemudian trekking selama 45 menit & beristirahat di ladang milik warga.
Setelah makan snack dan minum secukupnya, pemandu Bg Blue mengajak utk melanjutkan perjalanan ke Gua Kalong.
Setelah 1,5 jam di dalam Gua kalong, terdengar gemuruh yg ternyata suara arus sungai batang yg disekelilingnya dihiasi tebing2 kokoh berukuran puluhan meter.
Dibibir sungai ternyata sudah menunggu peralatan tubing utk menikmati ekosistem rimba sambil bertubing ria di arus sungai batang.

Hari kedua. Sarapan sebelum mulai aktifitas Elephant trekking ditemani 8 ekor gajah dari aceh & BL yg diberi nama oleh Mahout yaitu Agustin, Eva, Sari, Yuni, Olive, Ardana & Theo satu2nya gajah Jantan. Sementara, Gajah yg bernama Ame telah mati beberapa bulan yg lalu akibat virus yg diperkirakan dibawa oleh manusia
Sebelum Elephant trekking, terlebih dahulu lakukan Feeding
Jam 9.30 saatnya Elephant trekking memasuki kawasan TNGL ujung selatan yg letaknya hanya selemparan batu dari Penginapan Green Lodge yg berbatasan dgn sungai Batang Serangan.
Oleh pak Cece sang Mahout, kami di bawa ke air terjun dan bermain air disana selama 30 menit.
Pulangnya, melawan arus sungai setinggi 1,5m selama 20 menit perjalanan & dilanjutkan dgn berlari kecil selama 10 menit menuju penginapan.

Dulu masyarakat Tangkahan menggunakan gajah utk kenderaan angkut. Belanda menyebut gajah dgn sebutan Olifanten dan gajah mandi dgn Olifanten Wassen.

Masyarakat Tangkahan membuat forum LPT (Lembaga Pariwisata Tangkahan) sbg organisasi yg melindungi kawasan hutan Tangkahan. Selanjutnya LPT membentuk CTO atau Community Tour Operator sbg Lembaga yg menjalankan semua sistem operasi tempat wisata tangkahan. Pihak CTO menangani pembuatan Tiket masuk, pemesanaan naik gajah, melakukan promosi wisata, & semua hal yg menyangkut wisata tangkahan sepeti Naik gajah keliling hutan, mengarungi sungai Buluk, memandikan gajah dan disemprot air dari belalai gajah, arung jeram, air terjun, trekking eksplor hutan rimba, air panas dan lainnya.
Setiap jumat LPT melakukan Patroli dgn menunggang gajah sehingga wisatawan tidak bisa gunakan gajah.
Ada 2 lembaga International yg berpartisipasi melestarikan Tangkahan yaitu FFI Flora & Fauna International & WWF World Wild Foundation dgn program global eco tourism serta The Tangkahan Effect yg mendirikan studi bahasa inggris dgn nama Tangkahan English Club (TEC),
Luas Tangkahan sekitar 17.000 hektar membentang sampai batas TNGL.

Pukul 11.00 bersiap utk melanjutkan perjalanan ke Bukit Lawang.
Pukul 14.00 tiba di Bukit Lawang, Check in hotel, prepare & trekking ke Air terjun Back to Nature dilanjutkan Aktifitas tubing dan kembali ke hotel.

Hari ke-tiga. Usai Breakfast, trekking menuju Gua Kelelawar, Batu Kapal via Artventour Land utk Tanam Pohon & Tabur Benih ikan di sungai) sampai selesai & istirahat.



Tangkahan, The Hidden Paradise di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Lokasinya diapit oleh dua desa, yaitu Namo Sialang dan Sei Serdang.

Taman Nasional Gunung Leuser dengan luas 1.094.692 hektare, seperempat kawasannya berada di Sumatera Utara dan tiga perempat lainnya berada di Provinsi Aceh. Tangkahan juga diapit oleh dua sungai besar, yaitu Sungai Sei Batang Serangan dan Sungai Buluh. Kawasan wisata ini berbasis ekowisata, di mana wisatawan bisa melihat desa dengan masyarakatnya yang sangat sadar wisata. Mereka begitu peduli untuk menjaga kelestarian lingkungan.


Tangkahan dapat ditempuh sekitar 3 jam dari Medan. Ada bus Pembangunan Semesta yg brngkt jam 04.30 WIB dan 07.30 WIB dari Medan dengan tarif Rp 25.000 per orang. Selama perjalanan, Anda bisa menikmati pemandangan gersang yang didominasi kebun kelapa sawit & jalan berlubang-lubang

Di Tangkahan tersedia penginapan yang memadai dengan kisaran harga Rp 150.000/malam. Beberapa penginapan yang ada di kawasan ini, antara lain Bamboo River, Ulih Sabar, Mega Inn, Green Lodge, Linnea Resort, Jungle Lodge, Masta Inn, Egi Inn, dan Tangkahan Inn, dengan total 70 kamar. Setiap kamar bisa diisi dua hingga empat orang.


8 Cottage Mega Inn terletak diseberang Sungai Batang di Tangkahan, Sumut, ditengah hutan Taman Nasional Gunung Leuser.
Pengunjung bisa naik gajah melalui hutan, menaiki ban menyusuri sungai, berenang ke mata air panas atau bersantai di air terjun & melakukan perjalanan kedalam hutan. 


Di Hutan Tangkahan dapat melihat hornbils, seaguls, biawak, kadal, kerbau, ular, ikan yang indah, banyak butterflys & spesies yang berbeda dari monyet, dan hewan lainnya.


Untuk trekking & naik gajah anda dapat memulainya langsung dari guesthouse mega inn.


Di lokasi, wisatawan dimanja oleh keindahan hutan dengan beragam flora dan fauna. Gajah Sumatera di konservasi kawasan ini menjadi ikon wisata.


 Fauna lainnya, yang kebanyakan primata, seperti monyet ekor panjang, orangutan, dan Thomas Peak Monkey. Ada juga babi hutan, rusa, dan berbagai macam jenis burung.


Tak kalah menarik adalah berbagai flora unik di hutan ini. Contohnya pohon jelatan yang daunnya bisa membuat gatal. Wisatawan yang melakukan tracking melewati hutan, harus mewaspadai daun jelatan.


Banyak pula tumbuh pohon raja, yaitu pohon keramat bagi warga sekitar karena dipercaya arwah leluhur mereka masuk ke pohon itu sehari sebelum meninggal.


 Dapat ditemui juga pepohonan lain, seperti pohon kompas, pohon tikus meranti, dan pohon rotan. Karena beragamnya hasil hutan yang ada di kawasan ini, dahulu mata pencarian warga sekitar Tangkahan adalah perambah hutan.


Atraksi Gajah
Selain itu, di Tangkahan juga terdapat banyak gajah. Awalnya, gajah-gajah di kawasan ini bukanlah untuk atraksi wisata, melainkan untuk membantu polisi hutan berpatroli memberantas pembalak liar. 


Sekian lama pembalakan liar terjadi hingga lambat laun muncul kelompok-kelompok warga yang memiliki wawasan sadar wisata.


 Mereka pun membangun Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT) pada tahun 2000 dan diberi kepercayaan oleh Taman Nasional Gunung Leuser untuk mengelola Tangkahan pada 2004.


 Karena mayoritas warga Tangkahan tak memiliki latar belakang pariwisata, bahkan tak jarang hanya mengenyam pendidikan sampai sekolah dasar saja, tentu dibutuhkan pekerjaan ekstra untuk membuat mereka menyadari bahwa pariwisata dapat meningkatkan taraf hidup, ketimbang berprofesi sebagai pembalak liar.


 Selain LPT, pengelolaan konservasi dan pariwisata di Tangkahan juga dibantu oleh Conservation Response Unit (CRU) yang sudah lebih dahulu berdiri, namun baru datang ke Tangkahan pada 2002. 


Kini, sekitar 4.000 wisatawan mancanegara dan 40.000 wisatawan lokal datang ke Tangkahan setiap tahun.


 Wisatawan bisa melakukan aktivitas tracking mengelilingi bukit-bukit, menembus hutan dengan naik gajah, memandikan gajah, atau berenang di sungai. 























Untuk melakukan aktivitas tersebut, turis yang datang harus menuju ke Tangkahan Visitor Centre untuk melihat paket-paket wisata yang ditawarkan.


Day 1: MEDAN – TANGKAHAN
Pagi jam 08.00 berangkat dari medan menuju Tangkahan via Binjai - Stabat - Batang Serangan (perjalanan sekitar 3 jam).Tiba di Tangkahan visitor, proses check in Homestay Tangkahan, penyeberangan ke penginapan. Selesai check in & makan siang, lanjut program jungle trekking ke Pantai Kupu Kupu, Hutan di sekitar konservasi alam tangkahan, Pemandian Gajah, Hot Spring, Air terjun kecil sampai sore harinya kembali ke penginapan untuk istirahat . Setelah makan malam, acara bebas dan istirahat. ( Note : listrik mulai dari jam 07:00 PM -11.00 PM, karena menggunakan tenaga genset)

Day 2 : TANGKAHAN – MEDAN (B, L)
Setelah Sarapan Pagi, mengunjungi pusat rehabilitas Gajah Tangkahan untuk starting tubbing yaitu mengarungi sungai di tangkahan dengan menggunakan Ban Karet menuju ke Air Terjun Besar (durasi perjalanan sekitar 2 jam ) selesai tubbing perjalanan kembali ke penginapan & makan siang serta check out & otw ke Bukit Lawang



NOTE : Untuk Elephant Trekking harus di pesan minimum 2 minggu sebelum tanggal kegiatan, karena terbatas.



No comments:

Post a Comment