Monday, 8 January 2018

Family Tour & Travelling to Landak River, Bukit Lawang, Mount Leuser


Mari..Lets go with ArtVenTour Medan
Family Tour Show hari Sabtu tgl 13/01/18 dalam rangka Syukuran Sunatan Maulana bin Eru di Bukit Lawang

Agenda:
Sabtu tgl 13/01/18 :
-Jam 08.00 Start dari BK & Singgah di beberapa Rest Area di Binjai, Salapian & Bahorok


-Jam 12.00 Makan Siang & Shalat Zuhur
-Jam 13.30 Trekking ke gua kelelawar utk saksikan saat mendebarkan dan langka di dalam gua. ( Bawa Senter masing2)
-Setelah dari Gua Kelelawar, anda akan diajak berkeliling di area ArtVenTour Land utk rasakan dinginnya air sungai Bahorok. Selanjutnya rasakan pengalaman luar biasa saat berdekatan dan memberi makan orangutan. Waktu makan ada dua tahap yaitu jam 08:30 dan 15:00; Anda juga bisa memberi mereka makan susu, pisang dan makanan lainnya yang diberikan oleh pusat rehabilitasi. Semua kegiatan dalam Taman Nasional Gunung Leuser harus dilakukan dengan izin dan bimbingan staf pusat rehabilitasi.
-Nikmati bermain air di Sungai Landak yg jernih
-Malam hari menghadiri Pesta di Rumah Eru di Perumahan Wisata Bukit Lawang

Minggu tgl 14/01/18:
Jam 08.00 Rasakan arus Sungai Bahorok dengan menggunakan perahu karet. Kegiatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan pemandu berpengalaman karena arus di sini sangat kuat.

Note: Jika ingin trekking tambahan di malam hari, Anda dapat meminta pemandu untuk trekking selama beberapa hari. Ada juga sejumlah perjalanan singkat sekitar Bukit Lawang yang tidak memerlukan pemandu atau izin.

Jika Anda menyukai tantangan, cobalah mendaki ke puncak Gunung Leuseur (3404 meter). Perjalanan ini memakan waktu sekitar 10-14 hari. Desa kecil Angasan adalah titik awal pendakian. Lima hari pertama akan dihabiskan trekking melalui hutan hujan dimana primata langka seringkali dapat dilihat. Kondisi Anda harus sehat dan disertai oleh pemandu.

Akomodasi
Setelah berkeliling di Bukit Lawang, anda dapat memilih salah satu penginapan dengan harga sewa kamarnya relatif murah. Jadi, sempatkanlah untuk berkunjung ke Bukit Lawang untuk melihat keunikannya jika anda berwisata ke BL

Dan untuk perihal kuliner, Sebagian besar penginapan memiliki restoran, sehingga Anda bisa meminta pemilik penginapan untuk menyediakan makanan. Sepanjang sungai, ada beberapa kafe kecil. Anda bisa menikmati salad buah, nasi goreng dan makanan ringan hingga makanan seperti Pizza lokal juga tersedia.

RA: Rindu Alam (300-400rb)
EL: Ecolodge (350rb)
ELB : Ecolodge Rimba (120rb/orang)
JI: Jungle Inn (350rb)
RB: Rumah Baca (call)

Objek Wisata Alam Bukit Lawang di Sumatera Utara. Bukit Lawang adalah nama Tempat wisata di Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara yang terletak 68 km sebelah barat laut Kota Binjai dan sekitar 80 km di sebelah barat laut kota Medan.
Usai Check in, sekitar pukul 14.30 kita berjalan menyusuri pingggiran hutan menuju Gua Kelelawar ( Bat Cave) kira2 30 menit perjalanan.

Bukit Lawang adalah pintu gerbang dari Sumatera Utara menuju ke dalam kawasan Gunung Leuser National Park yang legendaris yang memiliki medan licin dan lereng curam serta berlumpur, menjelajahi hutan di sini adalah petualangan yang menkjubkan. Perjalanan melalui hutan yang rimbun akan mendebarkan dan Anda akan masuk dalam dunia baru.

Terlalu indah dilupakan eksotisme alam Taman Nasional Gunung Leuser dalam perjalanan dari Kawasan Wisata Bukit Alam menuju Gua Kelelawar.

Inilah salah Satu tempat yang dapat memicu adrenalin di Bukit Lawang adalah terdapat sebuah Gua Kelelawar, yang berisi ribuan kelelawar. 

Saat masuk gua, tidak ada pencahayaan alias gelap total. Disarankan membawa alat penerangan saat masuk Gua Kelelawar. 
Di dalam gua anda dapat merasakan sensasi nyanyian kelelawar, suara tetesan air dari sungai Bahorok, dan yang pasti bau kelelawar yang khas








Menjelajahi hutan Sumatera dan rasakan petualangan outdoor menemui orangutan & binatang endemik lainnya, selama Anda berada di dalam hutan. Secara harfiah Bukit Lawang berarti “pintu ke bukit“, Bukit Lawang adalah sebuah desa kecil yang terletak di selatan Taman Nasional Gunung Leuseur.

Hutan ini merupakan hutan lebat yang menarik hati para pengunjung dan peminatnya, orangutan merupakan daya tarik utama di sini. Bukit Lawang adalah salah satu tempat terbaik di dunia untuk menemukan primata langka dan hampir punah. Melihat makhluk anggun berayun-ayun melalui ranting-ranting pohon. Hutan ini adalah salah satu komunitas terbesar orangutan,  lebih dari 5000 orangutan tinggal di sini.
Pusat rehabilitasi orangutan adalah tempat bagi orangutan yatim piatu yang dilatih hidup di alam bebas. Pusat ini telah beroperasi sejak tahun 1973 dan hingga kini telah menarik pengunjung dari seluruh dunia  untuk melihat sekilas makhluk menakjubkan.

Jumlah orangutan di hutan ini telah menurun akibat perburuan liar, perdagangan satwa dan lingkungan yang rusak. Pusat rehabilitasi ini membantu orangutan kembali ke kehidupan alami mereka dengan menempatkan mereka melalui pelatihan yang intensif sebelum dikeluarkan ke alam liar. Ketika primata ini kembali hutan, pusat rehabilitasi terus menyediakan suplemen makanan dan pemeriksaan rutin.

Ketika Anda masuk ke dalam hutan Sumatera, Anda bisa berkeliling dengan berjalan kaki. Perjalanan melalui hutan liar dan berlumpur, mencoba dan melihat sekilas satwa liar. Taman ini adalah tempat pelestarian beberapa flora dan fauna yang dilindungi, dan juga rumah bagi hewan Sumatera dan hewan di dunia yang paling eksotis yaitu gajah, harimau, beruang madu, macan tutul dan orangutan yang terkenal. Mendaki bukit untuk melihat pemandangan yang luar biasa dari lansekap spektakuler, Flora yang terkenal adalah bunga Rafflesia Arnoldi, yang diameternya dapat mencapai tiga meter.

Monyet Kedih, primata yang aslinya hanya terdapat di Pulau Sumatera, khususnya Sumatera Utara & Aceh. Hewan ini termasuk dalam daftar hewan langka dan nyaris punah. Satwa dari ordo primata ini memiliki nama latin Presbytis Thomasi atau nama latin umum lebih dikenal dengan Thomas Leaf Monkey.

Sebutan lokalnya sendiri memiliki bermacam-macam nama, ada yang menyebutnya dengan nama lutung rungka, bodat atau kek-kia. Namun menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia nama primata ini umumnya disebut Monyet Kedih.

Pertama kali Kedih ditemukan di Aceh dan bagian utara Pulau Sumatera, yang berada tidak jauh dari Sungai Wampu dan Simpang kiri. Penyebaran Monyet Kedih dapat kita temukan di kawasan hutan Aek Nauli sampai Suaka Marga Satwa Rawa Singkil di Provinsi Aceh. Selain itu, data penelitian menunjukkan bahwa penyebaran Monyet Kendih yang paling banyak populasinya berada di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser terutama di Bahorok dan Ketambe.


Secara alami, mereka biasanya hidup berkelompok dengan jumlah sekitar 10 ekor kedih, meliputi satu jantan dan enam betina, ditambah beberapa anak-anaknya. Seperti spesies hewan kebanyakan, spesies jantan selalu melindungi kelompoknya dari ancaman spesies lain atau pun dari intervensi Kedih jantan lain. Monyet Kedih memiliki perilaku yang unik, salah satunya yaitu suara vokal yang kuat/Stereo, dan tiap-tiap kelompok Kedih dapat mengenali anggota kelompok masing-masing dengan suara vokalnya tersebut. Biasanya, pada malam hari sering terdengar suara monyet Kedih yang bersaut-sautan guna mengumpulkan para anggotanya setelah mereka menjelajah area hutan.

Dampak terjadinya perusakan hutan di Sumatera menjadikan habitat alami monyet Kedih terganggu. Oleh karena itu, beberapa Kedih terkadang menjelajah untuk mencari makanan sampai ke daerah perkebunan milik penduduk. Penduduk sekitar menganggap monyet Kedih sebagai hama perusak. Sebenarnya siapa yang mengganggu dan perusak?

Sama halnya dengan endemik Sumatera lainnya yang telah Anda ketahui, seperti harimau Sumatera, gajah Sumatera, badak Sumatera, dan orangutan, Kedih juga terancam oleh kerusakan habitat. Perusakan & perambahan hutan untuk pulp dan kertas, serta minyak kelapa sawit telah menyebabkan hilangnya populasi Kedih sebanyak lebih dari 70 persen dalam 40 tahun terakhir. Sumatera telah kehilangan hampir 60 persen hutannya dalam delapan tahun terakhir, membahayakan ribuan spesies dan melepaskan simpanan karbon yang besar. Bukan hanya ancaman dari alam saja, manusia sendiri menjadi musuh bagi kelompok monyet Kedih. Namun sekarang ini, IUCN sudah memasukkan spesies Presbytis Thomasi dalam kategori rentan dan diberi label Red List.


Dan yang tak kalah menarik adalah wisata Tubing. Mungkin istilah ini asing bagi telinga kita, tubing adalah wisata air seperti arung jeram, namun perahu yang dipakai adalah ban yg bisa dinaiki satu atau dua orang untuk satu ban.


Karena lokasi Bukit Lawang yang dekat dengan arus sungai Bahorok yg berarus cukup deras, wisata ini cocok untuk anda yang senang dengan permainan yang memacu adrenalin. Dengan biaya yang terjangkau, kita dapat menyewa ban dan satu orang pemandu untuk wisata ini.

Kegiatan Treking di malam hari adalah favorit para pengunjung yg banyak memilih perjalanan dua hari untuk dapat memiliki kesempatan melihat orangutan dan satwa liar lainnya di habitat alami mereka. Petualangan ini berbahaya bagi wisatawan yang sendirian melakukan treking di hutan sehingga setiap perjalanan harus dibimbing oleh seorang pemandu yang berpengalaman. Pastikan Anda memberitahu pemandu jika ingin melihat tanaman atau hewan tertentu. Harga untuk perjalanan treking termasuk makanan dasar, biaya pemandu, izin dan peralatan berkemah. Pastikan Anda juga meminta pemandu Anda untuk mengunjungi gua kelelawar. 


No comments:

Post a Comment