Tuesday, 10 March 2009

Safety Riding

Munzir Baraqah
24 Juni 2008

Pengendara sepeda motor meningkat pesat disebabkan tingkat kemacetan yang semakin tidak bersahabat dengan warganya sehingga mengendarai sepeda motor merupakan salah satu solusi alternatif yang tepat. Biasanya orang di Indonesia menganggap bahwa mengendarai mobil pribadi dapat meningkatkan gengsi atau prestise pengemudinya, padahal sebaliknya, seharusnya mereka berterima kasih kepada pengendara motor yang telah rela mengalah tidak membawa mobil kemana-mana, sehingga kemacetan masih bisa ditolerir.

Memang sepeda motor dipilih sebagai kendaraan yang paling praktis dan ekonomis, namun menurut Survey Tim Safety Riding Green Eco Bikers, GREENSURVEYOR, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan lingkungan. Istilah Safety Riding sendiri mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain. Teorinya dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi berkendara yang ideal dan lain-lain.

Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain sarung Tangan, Jaket, Helm juga sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan. Sementara, secara umum untuk pelatihan praktek Safety Riding diajarkan adalah teknik pengereman dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang dan kombinasi keduanya. Teknik slalom dengan cone di lintasan untuk melihat kemampuan peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya dengan asumsi kendaraan sedang melaju di tengah kemacetan. Teknik berjalan di lintasan ala bumpy-road untuk membiasakan bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang.

Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit berupa bilah dengan asumsi kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah. Perangkat keamanan semacam decker lutut dan siku plus helm menjadi wajib untuk peserta pelatihan Safety Riding.

Dari materi-materi ini, disimpulkan bahwa keselamatan berkendara amatlah dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan. Sementara, bagi bikers yang senang bertraveling dan melakukannya secara berkelompok atau biasa disebut dengan touring ada rambu-rambu yang harus anda perhatikan. Karena memang tidak mudah berkendara dalam satu kelompok, jadi tidak ada salahnya jika anda simak beberapa langkah saat ingin melakukan touring.

Pertama adalah kenalilah kelompok anda, mulai dari Road Captain, Assistant Road Captain, Safety Officer, Sweeper dan anggota kelompok lainnya. Kemudian, hafalkan rute atau peta pemberhentian yang telah dijadwalkan. Pastikan kendaraan anda dalam keadaan aman untuk digunakan. Jangan sesekali makan sambil naik kendaraan, terlebih saat berkendara secara kelompok

Point selanjutnya adalah ikut serta dalam berkelompok sebaiknya tangki bensin harus penuh. Tempatkan para pemula atau para pengendara yang belum berpengalaman dibaris terdepan, dibelakang tour leader (pemimpin) sehingga pengendara yang berpengalaman bisa mengawasinya.

Selalu kendaraan motor dalam formasi berbanjar. Hal ini memberi ke anda jarak ekstra untuk keselamatan. Sepeda motor terdepan harus di lajur 1/3 kanan, motor kedua harus pada lajur 1/3 kiri dan seterusnya (selang-seling). Jaga jarak aman di belakang motor di depan anda. Pahami jarak berhenti motor anda. Perhatikan ruang kosong saat anda mengendarai motor sehingga memiliki tempat bermanuver bila kondisi darurat. Perhatikan para pengendara disekeliling, terutama di sebelah anda dan saling memberi ruang sebanyak mungkin.

Setiap pengendara motor harus memberi cukup ruang bagi pengendara didepannya untuk melakukan manuver (ke kiri atau ke kanan) tanpa harus khawatir menabrak motor di belakangnya. Jangan sesekali mengendarai motor di titik yang tidak bisa dilihat orang lain. Pastikan kenakan pakaian pelindung sesuai, seperti helm, pelindung mata, jaket kulit, sarung tangan, sepatu boot dan sebagainya. Selalu kendarai motor dengan lampu depan menyala karena mobil cukup sulit mengetahui adanya motor. Pengendara motor harus melakukan segala hal yang mungkin membantu masalah ini. Biarkan Road Captain dan Sweeper menentukan kecepatan. Jika ada pengendara yang tertinggal maka semua anggota rombongan wajib memperlambat kendaraannya. Akan lebih baik jika setiap pengendara memiliki alat komunikasi (Chatter Box) antar pengendara untuk memonitor keadaan jalan yang akan dilalui. Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment