Tuesday, 10 March 2009

GREENSURVEYOR Sumatra-Java-Bali '07 (Lampung)

LAMPUNG


Hari ke-Empat



Sensasi yang cukup bermakna walau sesaat telah jauh dibelakang meninggalkan sungai Musi. Usai isi Bensin (Rp.119rb) di Indralaya, sepertinya mata sudah tidak bisa diajak berkompromi, namun tiba-tiba kami dikejutkan kejadian tabrakan antara mobil Kijang Inova yg ternyata berplat BK (Medan) kontra truk colt diesel di perjalanan menuju lampung. Mengerikan sekali, kejadian ini membuat kami menjadi lebih berhati-hati.




Setelah melalui macet panjang akibat kecelakan maut, perjalanan dihadapan hanya gelap dan gelap sehingga rasa kantuk kembali menyerang, lihat jok belakang, rekan seperjalanan pada ngorok semua, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan, mobil disinggahi ke sebuah rumah makan untuk minum kopi (Rp.36rb) dan mengistirahatkan tubuh & mata. Sekitar 2 jam kemudian, perjalanan dilanjutkan walau tidak lama kemudian kami berhenti kembali untuk sarapan pagi (Rp.10rb) di sebuah SPBU saat hangat pagi bergulir menyentuh kulit menerangi Taman Nasional Way Kambas, yang berdekatan tempat pelatihan gajah di Lampung Timur.


Kami tinggalkan SPBU tanpa mengisi bensin menuju pelabuhan yang jaraknya masih jauh. Di Lampung, Tim menemui pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) perajin bambu dan tepas disepanjang jalan negara menuju Pelabuhan penyeberangan Bakauheni. Matahari tepat di ubun, kala kenderaan tim merambat geladak kapal yang tertambat di Bakauheni - Merak setelah membayar tiket feri sebesar Rp 165 rb/mobil.


Nasi bungkus (Rp15rb) di Ferry menjadi pengganjal perut kami, sambil sesekali layangkan pandangan ke laut lepas, mengagumi alam ciptaan Tuhan. Tidak lama kemudian, kami yang beristirahat di ruang eksekutif (Rp.15rb) minus Atin yang entah kemana, mendengar kapal akan bersandar. Beberapa dari anggota tim yang belum pernah menginjakkan kaki di pulau jawa telah mempersiapkan handycam sebagai saksi dan dokumentasi GREENSURVEYOR Pulau Sumatera, Jawa & Bali.

No comments:

Post a Comment