Tuesday, 10 March 2009

Adopsi Pohon

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono telah menetapkan pada tgl 28 Nov 2008 sebagai “Hari Menanam Pohon Indonesia” dalam bentuk Keppres No. 24 thn 2008 tentang “Hari Menanam Pohon Indonesia”. Dan dilanjutkan dengan penetapan kegiatan menanam pohon selama bulan Desember sebagai “Bulan Menanam Pohon Nasional”. Sementara Menhut MS Kaban mengatakan, ”Ini merupakan bulan menanam, wajib bagi setiap rakyat Indonesia menanam tiga pohon”. Setelah sebelumnya Gubernur Sumatera Utara, H. Syamsul Arifin, SE menyatakan dukungannya dengan mencanangkan program penanaman 5 juta pohon.


Memang, terlalu banyak manusia yg hidup dengan mengandalkan hasil hutan, kayu & turunannya, sementara alternatif sumber penghidupan lainnya sulit untuk dibuat dalam waktu singkat. Karenanya, melakukan penanaman pohon merupakan cara yg selain memang sangat diperlukan karena kemampuannya menyerap CO2 serta logam berat lebih masuk akal. Manfaat pohon bagi kehidupan manusia & makhluk hidup lainnnya di muka bumi antara lain: Mengurangi efek rumah kaca, membersihkan udara yg kita hirup, Mengatasi udara yg kering dan panas, Membuat ruang terbuka hijau, Mencegah pendangkalan & penyempitan badan air.


Untuk itu diperlukan undangan tambahan dalam gerakan menanam pohon karena perusahaan sebagai pengemisi terbesar - dengan mengingat ada beberapa pengecualian - belum juga menganggap bahwa penanaman pohon adalah bentuk CSR yg sangat penting. Dan masyarakat secara umum juga belum menganggap bahwa penanaman pohon sebagai cara untuk melindungi generasi sekarang & mendatang dari dampak pemanasan global.


Di Lampung Barat, sejak 2002 sudah ditanamkan tradisi, siapa saja yg mau menikah harus siap tanam dan menanam pohon yg tertuang dalam Keputusan Bupati Lampung Barat No. 09 thn 2002 juga ditanamkan kewajiban untuk menanam pohon lagi, bagi warga yg menebang pohon di mana saja yg terkadang selalu ada alasan untuk melakukan penebangan, entah itu menghalangi bangunan, menghambat pelebaran jalan, atau menyangkut di kabel listrik.


Untuk merindangkan kembali lahan gersang agar kembali teduh serta meremajakan kembali hutan di seluruh Indonesia pada 2009, Divisi GreenSurveyor Wahana Konservasi Iklim (WAKIL) Internasional, mengadakan program “Jalur Hijau Indonesia”, yaitu perjalanan sosialisasi keberbagai Instansi di seluruh Indonesia mulai dari Medan di Provinsi Sumatera Utara, menjelajahi Merauke di Provinsi Papua, menyambangi Sabang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan diakhiri penyerahan kembali bibit pohon yg dipercayakan Gubernur NAD untuk diserahkan kepada Gubernur Sumatera Utara, H. Syamsul Arifin, SE.


Lewat gerakan ”Jalur Hijau Indonesia”, GREENSURVEYOR WAKIL mengkampanyekan gerakan penghijauan serta mengundang pribadi dan lembaga untuk ikut dalam program "Adopsi Pohon" demi menjaga sumber mata air dilereng gunung, menjaga laut, sungai & danau tetap bersih, terjaga dari erosi dengan sasaran agar menjaga bumi tetap teduh.


Dengan agenda penanaman bibit pohon disetiap kunjungan ke pimpinan daerah di seluruh Indonesia, WAKIL menawarkan perencanaan penanaman untuk satu hektar lahan sebanyak 625 pohon dengan jangka waktu adopsi selama tiga tahun. Pohon seperti Mahoni, Sukun, Beringin, Belibis, Mangga, Manggis, Kelapa dan lain-lain diantaranya memiliki nilai sejarah. Raja-raja di Indonesia dulu menanam pohon Beringin dan Belibis di sekitar Kerajaan & sumber mata air.


Untuk program tanam pohon, WAKIL menyediakan lahan kosong dipinggir jalan, badan jalan, sungai, pegunungan di seluruh Indonesia untuk ditanami pohon dengan memberikan pupuk & biaya perawatan. Biaya perawatan itu pula yg harus disediakan oleh para pengadopsi pohon. Lewat gerakan Adopsi Pohon, diharapkan banyak yg tergerak ikut mengadopsi dengan biaya perawatan Rp. 5000/bulan.


Adopsi Pohon dicanangkan agar setiap orang atau perusahaan dapat menyisihkan sebagian uangnya untuk merawat sebatang pohon atau lebih agar dapat tumbuh besar sehingga mampu meremajakan kembali lahan-lahan kritis.


Kesimpulannya adalah kita harus terus melakukan penanaman pohon dengan lebih giat lagi, dan perusahaan serta masyarakat umum harus menjadi motor penggeraknya.


Donate now....Bank Internasional Indonesia (BII) Cabang Medan

a/n : Climate Organization of Conservation

No. Rek : 2-004-013289


Mohon kirimkan bukti transfer yang dilengkapi dengan nama dan alamat ke Kantor Pusat Wahana Konservasi Iklim (WAKIL) di Komplek Tomang Elok, Jl. Jend. Gatot Subroto, Blok H-82 Medan 20122 atau Fax. Ke 62 61 8454209 untuk mendapatkan souvenir, t-shirt atau cenderamata WAKIL.

WAKIL juga akan mencetak nama Donatur di sebuah papan plank tepat dimana pohon ditanam sebagai bukti atau sewaktu-waktu donatur ingin melihat pertumbuhannya.

Informasi selanjutnya dapat mengunjungi website WAKIL : www.coc-international.org atau hubungi Sdr. Adji di 62 61 77919919.


Ayo, tunggu apalagi!!!! Mulailah menanam pohon, semata-mata karena kerinduan kita pada indahnya tanah tumpah darah Indonesia...

No comments:

Post a Comment